Mandarin dan Segala Kerumitannya


Akhir Februari merupakan permulaan semester genap. Masih permulaan semester, tapi langsung ditodong dengan laporan, modul, beli alat praktikum, tugas yang bisa-bisanya membludak pada minggu pertama. Nah, awal semester ini juga saya (dan teman-teman satu angkatan) harus memperbaharui jadwal kelas Bahasa Mandarin kami.

Yup! Kampus kesehatan tempat saya kuliah farmasi ini mewajibkan mahasiswanya mengikuti kelas bahasa. Khusus program sarjana, semester satu sampai tiga Bahasa Mandarin dan semester empat seterusnya Bahasa Inggris.

Kami memanggil guru kami dengan sebutan lǎoshī. Lǎoshī (老师) yang artinya guru. Semester ganjil kemarin kami diajar Lǎoshī Novi.
Suasana kelas Bahasa Mandarin bersama Lǎoshī Novi.

Dari Lǎoshī Novi, saya jadi tahu kalau Mandarin itu awalnya berawal dari gambar-gambar. Zaman dulu, orang-orang Cina menggambar bentuk seperti manusia, hewan dengan pose tertentu untuk menyampaikan maksud dan tujuannya. Lantas gambar itu kemudian berevolusi jadi simbol-simbol sederhana. Tiap simbol punya arti sendiri yang apabila ditambah / digabungkan dengan simbol lain akan membentuk arti yang berbeda.

Contohnya kayak di atas. Pada baris kedua, 日 memiliki arti matahari, apabila ditambah 月 yang memiliki arti bulan maka akan menjadi 明 yang berarti cahaya.

Kerumitan Bahasa Mandarin makin menjadi-jadi karena ditambah cara membacanya pun harus pakai intonasi. Intonasi kurang, arti pun beda. Goresan kurang panjang, arti langsung beda. Rumit. Benar-benar rumit.

Tapi di balik kerumitan, pasti ada faedahnya. Faedahnya antara lain kamu bisa pamer ngomong pakai bahasa ini ke teman-temanmu. Enggak deng.

Bahasa Mandarin masuk bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris, jadi bisa kamu temukan di bandara internasional misalnya. Selain menuliskannya dalam Bahasa Inggris, mereka pasti mencantumkan terjemahan Bahasa Mandarin di bawahnya. Ditambah kemajuan zaman yang mengharuskan seseorang menguasai lebih dari satu bahasa asing, tentu kelas bahasa ini bermanfaat. Bermanfaat banget deh,

Bahasa Mandarin, bahasa yang saya langsung melihatnya saja bikin pusing. Hebat banget mereka yang mampu mempelajari bahasa ini hingga fasih. 

No comments:

Powered by Blogger.