Menggambar Kembali

February 05, 2019

"Din, kamu kan pinter nggambar kenapa kok  nggak ambil DKV?"

Perihal di atas merupakan reaksi beberapa teman waktu tahu aku ambil kuliah farmasi.

Aku suka menggambar khususnya menggambar digital. Bagiku, menggambar digital jauh lebih mudah ketimbang manual karena kita tidak perlu repot-repot menghapus ketika melakukan kesalahan, meraut pensil, membeli alat gambar, membersihkan noda pada kertas, dan sebagainya.

Kembali ke topik, ada dua alasan kenapa aku nggak ambil DKV. Pertama, aku ingin punya ilmu di bidang lain/keahlian tambahan di bidang lain dan kedua, biaya. Biaya untuk beli alat-alat gambar tidak murah. Maka kuputuskan dari dua motif tersebut untuk tidak mengambil program studi desain. Lalu kenapa kok bisa ambil farmasi? Gampang sekali memutuskannya, aku menyukai kimia dan matematika ditambah keluarga berlatar belakang kesehatan. Aku ingin mengikuti jejak mereka dengan anak bidang yang berbeda.

Biasanya aku mengunggah karyaku di Instagram atau Behance.
(behance.net/dinasectio)
Akibat suka nonton kartun dan membaca komik Jepang, style gambarku jadi seperti itu. Ala-ala anime. Secara pribadi, aku merasa ada yang kurang/jelek tatkala menggambar dengan style itu. Jadi kuputuskan pada bulan April untuk berhenti menggambar dan melakukan pencarian style yang sekiranya aku dapat selalu puas melihat hasil karyaku sendiri. Biasanya saat aku tertekan, kecewa, stres, dan lain-lain, aku selalu melimpahkannya dengan menggambar. Langsung saja aku menahan keinginan tersebut.

Yang berperan besar dalam pencarian tersebut yakni akun-akun Instagram seniman luar negeri. Salah satunya illustrationartists.
Sumber: instagram.com/illustrationartists
Semuanya unik-unik. Akun illustrationartists berisi berbagai karya ilustrator dunia yang diunggah ulang (repost). Pada akun tersebut, ada karya salah satu dari mereka yang menurutku aneh. Namun, di kolom komentar menuai banyak pujian. Style-nya aneh, perpaduan warnanya juga nggak biasa. Bagiku karya itu bisa digambar oleh anak umur lima tahun. Aku langsung stalking pencipta karya itu dan... karyanya banyak yang menyukai! Followers-nya juga banyak! Karya ilustrator yang bagiku seperti coretan anak lima tahun tidak hanya satu tapi banyak. Ilustrator A gambar orangnya seperti anak umur lima tahun tetapi selalu memuat latar belakang yang indah, ilustrator B lebih fokus ke suasana dan tidak memedulikan detail, dan lain-lain.

Dari situ aku sadar. Tidak ada gambar yang jelek, semuanya menyimpan keunikan masing-masing.

Pencarian style-ku akhirnya mencapai akhir perjalanan. Menjadi diri sendiri. Betul, style-ku menjadi diri sendiri. Ala-ala anime, tapi sedikit kuberi sentuhan kartun ala Disney. Kamu bisa melihat karyaku di akun Behance milikku.

Menjadi diri sendiri, mengeksplorasi diri sendiri, dan lebih mengenali diri sendiri tentu akan menciptakan rasa syukur.

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *