Xiaomi Redmi S2: Gadget Tahan Lama Tanpa Power Bank

December 03, 2018

Pada akhir bulan November, aku membeli Xiaomi Redmi S2 seharga satu juta delapan ratus. Perjuanganku keliling sekitar tujuh konter di Kota Kediri tidak berakhir sia-sia. Sulit sekali menemukan gadget ini dengan harga kurang dari dua juta, mengingat harga yang tersebar di internet lebih dari itu.

Aku klarifikasi dulu sebelum dituduh macam-macam, Xiaomi Redmi S2 yang baru kubeli itu masih segel bukan bekas.


Sebelum memasuki tahap review, berikut spesifikasi singkat Xiaomi Redmi S2:

Sumber: devicespecifications.com
Pada review ini, fokus pembahasanku pada kamera, ketahanan baterai, dan performa selama kugunakan seminggu (dari tanggal 26 November 2018  sampai 3 Desember 2018).

Gadget rose gold yang kubeli ini mempunyai RAM 3 GB dan memori internal 32 GB. RAM 3 GB memang termasuk jadul untuk zaman sekarang ini karena banyak ponsel yang punya RAM lebih dari itu dijual di pasaran.

Tampak depan Xiaomi Redmi S2.
Tampak belakang Xiaomi Redmi S2 terdapat pemindai sidik jari.
Dari segi desain, Xiaomi Redmi S2 memiliki body dengan ukuran layar sekitar enam inci, masih cukup muat masuk ke dalam saku celana yang longgar. Tiap tepinya membulat, terdapat dua garis melengkung mengikuti bentuk ponsel pada bagian belakang. Tidak diketahui apa fungsi dua garis tersebut, kemungkinan hanya untuk tampak modis.

Dengan ketebalan 8.1 mm dan berat 170 gram, ponsel ini cukup ringan dalam genggaman tangan.

Tampak samping kanan.
Pada bagian kanan terdapat tombol power dan volume, sedangkan pada bagian kiri terdapat dua tray SIM card dan tray memori eksternal.

Tampak bagian bawah.
Bagian bawah terdapat slot microUSB untuk pengisian daya dan transfer data, selain itu terdapat speaker suara. Penempatan speaker pada bagian bawah gadget menurutku merupakan langkah yang tepat, pengguna tidak perlu repot-repot menelungkupkan ponselnya saat mendengarkan musik. Kemudian, pada bagian atas termuat lubang headset dan sensor IR blaster.

Tampak bagian atas.
Pertama kali menggunakan Xiaomi Redmi S2 mungkin lumayan bikin bingung dikarenakan tombol navigasinya tertanam dalam layar. Semula aku begitu, butuh waktu lima sampai sepuluh menit supaya terbiasa.

Xiaomi Redmi S2 dibekali layar IPS dengan rasio layar 18:9. Sayangnya, ukuran layar masih HD+ belum full HD+, sangat disayangkan sekali. Meskipun begitu, tampilan gambar lumayan tajam ditambah ukuran layar yang lebar membuat kamu dapat menikmati berbagai konten yang ada. 

Opiniku untuk sektor desain biasa saja. Sepanjang aku mencoba beberapa tipe ponsel Xiaomi hampir semuanya berdesain itu-itu saja. Terkadang desainnya meniru merek smartphone populer lain. Walaupun demikian, aku nggak terlalu mempermasalahkan, bagiku sebuah ponsel tidak mengapa desain nggak spektakuler yang terpenting nyaman di genggaman dan nyaman dipakai.

Dengan dibekali kamera belakang 12 MP dan 5 MP dilengkapi dengan depth sensor. Sensor sekunder 5 MP yang didedikasikan untuk menghasilkan foto efek bokeh, kamera belakang ini juga dilengkapi fitur HHT yang katanya untuk membantu pemotretan tatkala minim cahaya.

Beberapa hasil jepretan Xiaomi Redmi S2 dalam keadaan banyak dan minim cahaya menggunakan kamera belakang:
Jepretan dengan mode normal.
Tanpa mengaktifkan fitur bokeh, foto berfokus pada bunga matahari sedangkan background di belakangnya blur.
Dengan efek bokeh blur di belakang Hiro lebih kuat.
Di sebuah kafe yang temaram.
Fitur bokeh kamera ponsel ini kadang kala menyebalkan, bagaimana tidak? Bokeh kadang kurang akurat membedakan objek utama dengan background. Kamera Xiaomi Redmi S2 pada kondisi minim cahaya pula menghasilkan gambar dalam kisaran sedang, antara rentang bagus banget dan tidak. Akan tetapi, hasil foto cukup baguslah kalau dinilai dari rentang harga ponsel kisaran dua juta.

Beralih pada kamera depan, dilengkapi 16 MP dilengkapi AI Beautify. Kamera depan juga dilengkapi dengan fitur flash yang menurutku tidak terlalu membantu, fitur flash ini ketika diaktifkan fungsinya seperti senter. Menurutku, fitur flash pada kamera depan itu sebuah kesalahan. Foto yang dihasilkan lebih berwarna kuning jika menggunakan flash, padahal kamera depan sudah dapat memberi hasil yang bisa dibilang baik tanpa adanya fitur tersebut. Selama kupakai, fitur itu hanya pajangan saja.

Hasil foto kamera depan Xiaomi Redmi S2..
Kamera depan Xiaomi Redmi S2 juga agak bermasalah dengan fitur bokehnya yang lagi-lagi sulit membedakan objek utama dengan background

Saat main game seperti Zepeto dan Game of Sultans, resolusi ponsel yang nggak full HD+ tentu cuma menghasilkan grafis yang medium yang tentu hal itu berimbas pada ketahanan baterainya. Bicara mengenai baterai, ketahanan baterai 3080 mAh selama pemakaian benar-benar 'nggak normal', karena saat pemakaian selama satu hari pun nggak habis. Tanpa charger ataupun power bank. Sementara itu, dia sudah kugunakan buat main game dan bersosial media. Selama ngak sering digunakan ketahanan baterainya pun meningkat jadi dua sampai tiga hari. Jadi kalau kamu lagi bepergian selama tidak lebih dari dua hari, kamu nggak perlu ribet bawa power bank selama perjalanan.

Performa selama aku main game pun lancar-lancar saja, nggak ada keluhan seperti nge-lag, bersosial media pun juga lancar. Benar-benar nggak ada keluhan sama sekali untuk sektor performa.

Buat sistem keamanan sendiri, Xiaomi Redmi S2 hanya menyediakan pemindai sidik jari saja tidak termasuk face recognition security system. Namun, dengan harga pasaran yang seperti itu ditambah kecepatan baca sensor sidik jari yang tanggap dan akurat, Xiaomi Redmi S2 tetap worth it buat dibeli.

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *