Makan Gratis di De Chicken: Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan

December 10, 2018

Dompet bokek selalu jadi hal yang bikin aku kepikiran. "Makan apa ya besok, besok aku bakal pingsan nggak ya kalau kuliah nggak makan sama sekali, bensin juga hampir habis," itu hal yang aku pikirkan pada suatu malam sebelum kabar gembira itu datang. 

Tetiba ponsel berbunyi.

Ternyata dari grup WhatsApp. Seseorang mengirimkan gambar ini:

Kabar gembira untuk kita semua.

Teruntuk temanku yang mengirim gambar itu. Terima kasih banyak! Kamu adalah penyelamat perut sekaligus dompet saya.

Mumpung kuliahku siang (sekitar jam sebelas), pagi-pagi sekitar jam delapan aku langsung ke sana. Padahal kiosnya belum buka, akan tetapi antreannya bukan main! Dan orang-orang yang bejibun itu menyadarkanku bahwa bukan aku saja yang memperjuangkan gratisan.

Alhamdulillah.
Itu ngapain ya adeknya pegang ujung spanduk segala?
Kios dibuka sekitar satu jam setelah aku sampai. Teman-temanku yang sedari tadi selonjoran di teras depan kios langsung terbangun.

Jadi, nanti kita bakal dapat kupon. Ada sekitar seratus kupon makan gratis yang akan dibagikan kepada konsumen. Setelah dapat kupon, kita bisa langsung ambil makanan. Makanan yang disediakan ya nggak istimewa tentunya: ayam dan nasi. Kamu bisa memilih saus favoritmu dari saus pedas seperti olahan ibumu sampai yang saus barbeque. Kupon hanya berlaku untuk makan saja, kalau minum ya beli,

Nasi ayam bersaus barbeque pedas.
Selamat makan! Bismillah!
Rasa ayamnya gurih dan kerasa renyah. Tidak bau juga. Akan tetapi, ukurannya ayamnya kecil, porsi nasinya juga sedikit. Beberapa hari lalu, aku beli dada ayam (di tempat yang sama) dan dada ayamnya lumayan besar. Memang tidak seperti biasanya De Chicken memberi porsi ayam yang kecil. Aku yang porsi makannya selalu banyak tentu saja masih merasa lapar. Oh iya, saus barbeque pedas yang kuminta sama sekali berbeda dengan namanya. Walaupun barbeque-nya sangat terasa, poin minusnya rasa pedasnya yang sama sekali nggak ada jejaknya.

Dari beberapa poin di atas, aku tetap bersyukur dong. Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan. Kapan lagi makan gratis? 

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *