Selamat Jalan, Kawan

November 10, 2018

Aku kaget waktu mendengar kabar tentangmu, kawan. Hari itu, Senin, 6 November 2018, aku baru bangun tidur dan muncul kabar mengenaimu di grup WhatsApp. Kabar yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiranku.

Kata berita kamu kecelakaan. Temanku, Onis, kecelakaan. Kecelakaan tatkala dalam perjalanan menuju Kediri. Aku yang kaget langsung mencari kebenaran tentang berita itu, kawan. 

Kabar itu ternyata benar. Lebih mengagetkannya lagi kamu langsung meninggal di tempat. Langsung saja aku memberi kabar saudariku yang berada di kampung halaman. Saudariku kaget luar biasa, ia benar-benar nggak menyangka umur kamu hanya sampai pagi hari Senin, 6 November 2018. 

Air mataku waktu itu tak dapat kubendung. Aku menangis sejadi-jadinya.

Aku ingat saat tahu kamu sekampus denganku. Mengingat aku jarang sekali ngobrol denganmu waktu SMA, aku jadi bingung bagaimana memulai berbicara denganmu. Waktu pertama kali kenal denganmu; aku pikir kamu hanya bergaul dengan anak-anak yang populer, ternyata nggak sama sekali. Kamu adalah salah satu dari orang baik yang pernah kukenal.

Aku ingat padal awal bulan Oktober saudariku titip barang (yang ditujukan kepadaku) ke kamu karena kamu waktu itu masih pulang-pergi belum ngekos.

Sewaktu saudariku pergi takziah ke rumah orangtuamu ibumu menangis tersedu-sedu begitu mengenali sosoknya, sedangkan ayahmu tampak tabah.

Kematian memang tidak ada yang tahu.

Kematian memang misterius.

Maafkan aku, kawan, karena aku pernah berprasangka tidak baik kepadamu.

Aku masih nggak percaya kamu telah pergi dari muka bumi ini.

Selamat jalan, Onis. Doaku menyertaimu.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Tetap semangat gan. semua ada hikmahnya..

    back ya. fanny-setiawan.blogspot.com

    ReplyDelete

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *