Mencegah Stunting Batita Pada #1000HariTerbaik Dengan Protein Hewani

November 03, 2018

Dilansir dari situs resmi World Health Organization (WHO), stunting yang kerap terjadi pada anak yakni gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurangnya nutrisi, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tak memadai. Anak yang menderita stunting dapat diketahui melalui tinggi badan mereka di bawah standar WHO Child Growth Standards.
Sumber: greengoldghana.com
Stunting dapat dikenali dengan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Proporsi tubuh tampak normal, tetapi anak terlihat kecil untuk usianya.
  • Berat badan rendah untuk usianya.
  • Berat badan anak cenderung turun.
  • Pertumbuhan tulang tertunda.
  • Mudah terserang penyakit infeksi.
Angka penderita stunting di Indonesia sangat tinggi, yakni dari total semua provinsi di Indonesia hanya ada dua provinsi yang jumlahnya mencapai kurang dari 20% (batas angka stunting dari WHO). Oleh sebab itu, pola makan anak harus lebih diperhatikan karena kalau tidak akan menimbulkan berbagai masalah jangka panjang lainnya yang tentu berakibat buruk pada tumbuh kembang anak.

Window of opportunity atau #1000HariTerbaik atau bisa disebut juga 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan bagian penting untuk mengatasi persoalan stunting. 1000 hari pertama kehidupan anak dimulai sejak fase kehamilan ibu hingga anak berusia dua tahun.

Pola makan yang merupakan perihal penting yang sering kali diremehkan. Pola makan yang tidak memenuhi asupan gizi yang diperlukan tubuh tentu berakibat tidak baik pada anak. Telur, salah satu dari protein hewani, merupakan bahan pangan yang mudah ditemukan sekaligus memiliki segudang kandungan gizi yang berperan besar dalam pencegahan stunting pada anak. Telur mengandung sekitar enam gram protein yang lebih gampang diserap tubuh, kuning telur mengandung nutrisi kolin yang berperan untuk pertumbuhan otak janin, dan telur mengandung vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Sumber: shutterstock.com
Dilansir pada laman Boldsky, mereka yang makan satu telur perhari memiliki prevalensi stunting yang berkurang sebesar 47%. Untuk pencegahan stunting ketika anak masih di dalam kandungan, ibu hamil dapat mengonsumsi telur saat benar-benar matang. Jangan mengonsumsi telur setengah matang lantaran dikhawatirkan di bagian dalam telur terdapat bakteri yang belum mati. Pilihlah telur yang kaya DHA untuk mendapat asam lemak esensial yang lebih tinggi.

Hal tersebut juga berlaku untuk ibu menyusui. Selain memberikan ASI pada anak hingga umur dua tahun, diperlukan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk menunjang pertumbuhan anak. Protein hewani dinilai lebih baik berperan dalam MPASI karena kandungan asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan tinggi badan atau linear yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati, oleh sebab itu makanan yang mengandung protein hewani lebih efektif mencegah stunting. Selain mengonsumsi telur, dapatkan juga protein hewani melalui ikan dan daging sapi, khususnya hati sapi yang kaya akan gizi. Konsumsi ikan sedikitnya dua porsi seminggu. Pilih ikan yang kaya DHA dan zat besi, seperti salmon dan tuna. Teruntuk daging sapi, perhatikan lebih teliti tekstur, warna, dan aroma daging untuk mendapatkan daging sapi yang segar.


Sumber: unsplash.com
Penyajian protein pada batita usia enam bulan ke atas dapat dilakukan dengan memblender makanan yang mengandung protein hewani tersebut hingga halus. Semakin bertambah usia anak, maka bertambah kasar tekstur MPASI yang disajikan untuknya. Jumlah protein yang dibutuhkan batita adalah 1,1 gram protein tiap 1 kg berat badan. Konsumsi protein hewani yang berlebih pada 1000 hari pertama anak akan meningkatkan risiko obesitas. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan terjadi jika pemberian protein tidak melewati batas. 

Selain telur, daging sapi, dan ikan yang kaya DHA, susu dan berbagai produk olahan susu juga efektif mencegah stunting batita

WHO menganjurkan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah bayi memasuki usia enam bulan karena komponen yang dikandung ASI sudah tak dapat menutup kebutuhan nutrisi anak. Kandungan MPASI pun harus diperhatikan, tak boleh hanya memberi MPASI pabrikan.


Perlu diingat, asupan nutrisi #1000HariPertamaAnanda tidak cukup hanya protein saja. Akan tetapi, perlu nutrisi lengkap dan seimbang lainnya seperti asupan karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Bila salah satu asupan nutrisi kurang, protein yang dimakan tak digunakan untuk tumbuh, melainkan untuk sumber energi. Oleh sebab itu batita harus makan dengan pola makan gizi seimbang.

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *