Pengalaman Menulis di UC We-Media: Jangan Panjang Angan

October 14, 2018

Aku pertama kali tahu program menulis UC itu dari Instagram. Yup, benar sekali! Ada akun mengunggah info pelatihan menulis artikel UC. Akan tetapi, waktu itu aku nggak tertarik.

Sampai suatu hari ketika aku menjelajah foto di explore Instagram, aku menemukan komentar yang menyebutkan pekerjaannya menulis di UC dan ia pun menyebutkan kisaran pendapatannya.

Langsung saja aku DM orang itu. Kami berkenalan singkat, namanya N (aku belum minta izin untuk mencamtukan namanya di blog-ku, jadi inisial saja ya).

Sumber gambar ada di Google dan situs UC.
N dengan sabar menjelaskan kepadaku mengenai program menulis UC We-Media. Supaya berpenghasilan dari menulis di UC, kita harus memenuhi syarat seperti poin indeks harus sekian dan poin kredit harus sekian (minimal poin kredit 80 untuk mendapat penghasilan). Namun, bisa juga menulis sesuai rekomendasi tema untuk mendapat hadiah (biasanya) satu dolar. Katanya lagi, peraturan di UC We-Media bisa mendadak berubah.

Laman awal wm.ucweb.com.
Selesai register, muncul pesan kalau aku harus menunggu tiga hari baru aku bisa menulis. Tiga hari berlalu. Nggak ada pemberitahuan apa-apa. 

Dengan sabar ditambah positive thinking, aku menunggu.

Waktu itu bulan Agustus aku selesai mendaftar, pemberitahuan itu baru masuk e-mail pada pertengahan bulan Septermber. Aku senang banget waktu tahu aku diterima sebagai penulis artikel di UC We-Media! Khayalanku langsung kemana-mana. Dapat uang banyak, kaya raya, bikin perusahaan. Maklum, aku hanya seorang mahasiswa dengan uang saku pas-pasan yang mendamba pekerjaan sampingan dengan penghasilan lumayan.

Berbekal pengetahuan yang aku miliki sekaligus buku-buku yang pernah kubaca, fokusku adalah artikel keagamaan. Selesai submit, nggak pakai lama artikelku terbit, nggak lama pula artikel petamaku meraup dua ratus lebih views. Saat itu, pokoknya aku senang banget dan berniat menerbitkan satu artikel setiap hari di sela-sela kuliah.

Tetapi itu nggak bertahan lama. Kurang lebih lima hari kemudian ada artikelku yang dimatikan atau offline, katanya artikelku sensitif. Aku nggak terlalu peduli dan terus menulis. Beberapa hari selanjutnya artikelku ada yang offline untuk kedua kalinya. Tiba-tiba, notice itu muncul di layar:

"Poin kredit Anda dikurangi 30 poin karena telah melakukan pelanggaran."

Pengurangan poin kredit berakibat hanya bisa posting satu hari satu artikel dan pembekuan akun.

Lagi-lagi karena artikelku yang menurut mereka terlalu sensitif di bidang agama maupun politik. Sedih rasanya. Kuputuskan untuk menulis di kategori lain, seperti teknologi, gaya hidup, dan edukasi. Berbeda dengan kategori agama, di ketiga kategori itu views-nya sedikit sekali, tidak tembus seratus. Perhatianku kala itu tertarik pada opsi rekomendasi tema. Akhirnya, aku break sebentar dari ide-ide yang muncul dan fokus menulis sesuai rekomendasi tema.

Satu dolar pertamaku datang. Sesuai aturan bulan September 2018, pendapatan hanya bisa diambil jika tembus lima puluh dolar untuk Payoneer dan seratus dolar bila diambil dengan bank lokal.

Rasanya bahagia sekali, bersamaan itu pula poin kreditku sudah mencapai 82 poin.

Aku kembali menulis lagi di kategori agama dengan hati-hati. Dua-tiga artikel berhasil terbit. Perihal itu nggak berlangsung lama, artikelku ada yang offline lagi karena menurut mereka artikelku sensitif. Poin kreditku berkurang 30 poin lagi deh. Huhuhu.

Poin kredit yang kurang dari 60 berdampak pembekuan akun selama tiga hari dan berbagai hukuman lainnya.



Sudah tidak bersemangat lagi.
Poin indeks milikku saat itu sudah lebih dari 40 poin, tetapi gara-gara poin kredit yang tidak mencukupi aku tidak memperoleh pendapatan dari iklan. Aku sudah menerbitkan enam belas artikel dan hanya dapat satu dolar. Seperti sia-sia saja yang kulakukan. Ditambah aku baca pengalaman kontributor lain di blog mereka yang ternyata memang harus penuh perjuangan untuk menjadi penulis berbayar di platform ini.

Sebagaimana dengan YouTube, ada yang sukses menjadi YouTuber dan ada pula yang tidak. Ambisi menjadi penulis berpenghasilan di platform UC lenyap sudah.

Akhirnya, aku berhenti menulis di platform tersebut dan membangun blog ini. Jangan khawatir, kalian bisa membaca artikelku di UC dengan klik link berikut. Hanya saja aku tidak akan update di sana lagi.

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *