Berhasil Menginjakkan Kaki di Atap Kampus

October 12, 2018

Setelah PKKMB selesai, hal yang aku lakukan di kampus biasanya keliling-keliling. Cek tiap ruangan kampus. Kampusku letaknya di Kota K dekat sungai besar dan pasar. Sungai itu airnya kehijauan, beruntung di sana nggak ada sampah. Kampusku itu terdiri dari dua gedung, yang satu empat lantai dan satunya lagi enam lantai.

Gedung yang enam lantai itu atapnya kayak sekolah-sekolah di Jepang, jadi kita bisa melihat pemandangan kota sekaligus foto-foto. Jadi, aku, Firda, Ega, dan Endita pergi ke lantai enam naik lift. Akan tetapi, pas sampai ke sana: pintunya terkunci!

Aku dan teman-temanku balik dengan perasaan kecewa.

Hari-hari pun berlalu, kami kuliah normal-normal saja hingga pada suatu hari aku melihat story WhatsApp salah seorang temaku yang sedang berada di atap kampus! Akhirnya hari-hari selanjutnya aku berceletuk ingin ke sana kepada teman-temanku.

Apa pintunya sebenarnya nggak terkunci? Hanya kurang keras saja mendorongnya? Itu yang kupikirkan.

Dan hari Rabu kemarin, aku, Ega, dan Firda (minus Endita) karena jadwal kuliah dimajuin sehingga kami selesai kuliah lebih awal, pergi lagi ke lantai enam. Aku mendorong pintu atap dengan kuat dan akhirnya pintu itu berhasil terbuka!

Akhirnya berhasil dibuka!
Di foto itu ada tas laptopku dan tas laptop milik Ega buat menghalangi pintu sebab kami takut pintu itu tertutup dan nggak bisa dibuka.

Pemandangan pembuka ketika kami sampai.

Cuaca waktu itu panas sekali sebanding dengan angin yang kencangnya bukan main.

Pemandangan Sungai B dari atap kampus.

Pemandangan Kota K dari atap kampus
.
Kalau itu temanku, Firda dan Ega. Sedang bersiap buat ambil foto.


Dari sini mereka tampak mini sekali.
Kalau cuaca nggak terlalu panas, atap kampus memang tempat yang pas buat bersantai seperti sekedar menikmati pemandangan, foto-foto, atau bahkan menggelar karpet mungil lalu makan bersama di sana.

You Might Also Like

0 komentar

Follow by Email

Contact Form

Name

Email *

Message *